CONTOH TUGAS GEOGRAFI ASEAN
TUGAS GEOGRAFI
Disusun oleh:
Irwandi R (9.7/17)
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia
Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan
sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN)
merupakan sebuah organisasi geo-politik dan
ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia
Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura,
dan Thailand.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan
pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan
stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk
memmbahas perbedaan diantara anggotanya dengan damai.
ASEAN meliputi wilayah daratan seluas
4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi, dan memiliki
populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total
populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah
daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1.8
Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan
duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika
Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Brazil, Inggris, dan Italia.
A. SEJARAH
ASEAN didirikan oleh lima negara
pemrakarsa, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand di
Bangkok melalui Deklarasi Bangkok. Menteri luar negeri penanda tangan Deklarasi
Bangkok kala itu ialah Adam Malik (Indonesia), Narsisco Ramos (Filipina), Tun
Abdul Razak (Malaysia), S. Rajaratnam (Singapura), dan Thanat Khoman (Thailand).
Isi Deklarasi Bangkok adalah
sebagai berikut:
- Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
- Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
- Meningkatkan kerjasama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
- Memelihara kerjasama yang erat di tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
- Meningkatkan kerjasama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Brunei Darussalam
menjadi anggota pertama ASEAN di luar lima negara pemrakarsa. Brunei Darussalam
bergabung menjadi anggota ASEAN pada tanggal 7 Januari 1984 (tepat seminggu
setelah memperingati hari kemerdekannya). Sebelas tahun kemudian, ASEAN kembali
menerima anggota baru, yaitu Vietnam yang menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995. Dua tahun
kemudian, Laos dan Myanmar menyusul
masuk menjadi anggota ASEAN, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997. Walaupun Kamboja berencana
untuk bergabung menjadi anggota ASEAN bersama dengan Myanmar dan Laos, rencana
tersebut terpaksa ditunda karena adanya masalah politik dalam negeri Kamboja.
Meskipun begitu, satu tahun kemudian Kamboja akhirnya bergabung menjadi anggota
ASEAN yaitu pada tanggal 16 Desember 1998.
Kerjasama ini tidak hanya mencakup
bidang ekonomi saja tetapi jugailmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan
informasi, pembangunan serta keamanan dan kerja sama transnasional lainnya.
ASEAN+3 sudah melakukan beberapa pertemuan di antaranya kerjasama keamanan
energi ASEAN+3 muncul sebagai akibat semakin meningkatnya kebutuhan energi baik
di tingkat regional maupun tingkat dunia. Pertemuan pertama berlangsung pada
tangga 9 Juni 2004 di Manila, Filipina dan mensahkan program kegiatan Energy
Security Forum, Natural Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan
Renewable Energy Forum'Teks ini akan dicetak miring dan masih banyak lagi
pertemuan yang dilakukan ASEAN+3 .
Ada beberapa faktor mengapa ASEAN
melakukan kerjasama dengan ketiga negara tersebut, diantaranya :
1. Jepang
Peran Jepang sangat diharapkan dalam
mengambil peran ekonomi yang lebih tegas. Di sisi lain, Jepang sendiri terlihat
pasif dalam peran kekuatan politik dan militer karena masih ada rival yang kuat
yaitu RRC. Jepang masih mengganggap bahwa kedaulatan suatu negara sebagai
faktor yang paling penting. Kepentingan Jepang di kawasan seperti yang kita
lihat sekarang yaitu: stabilitas kawasan di Asia Tenggara dan keamanan maritim
/ the sea lines of communication. Para elit pemerintah Jepang tampaknya
bersikap waspada dan proaktif terhadap setiap perkembangan pada tataran
regional. Jepang harus memberikan perhatian yang lebih besar pada kestabilan
regional. Lagipula Jepang sendiri secara psikologis tentunya masih merasa
sebagai bangsa yang besar di Asia Pasifik. Dalam mengimplementasikan peranan
politik di kawasan ASEAN akan timbul perbedaan pandangan dengan AS. Instrumen
yang paling efektif untuk menghadapi AS adalah ekonomi. Sikap lebih gentle
bangsa Jepang sangat diperlukan untuk menghadapi AS. Jepang sendiri telah
merencanakan peningkatan yang signifikan terhadap kekuatan militernya. Dan
secara langsung maupun tidak langsung, ini akan berimbas pada negara-negara
anggota ASEAN dalam bentuk peningkatan perlombaan senjata di kawasan.
2. RRC
Kontur dimensi multipolar yang kian
kompleks mengharuskan tiap negara anggota ASEAN untuk adaptif terhadap dinamika
geopolitik dan geostrategi kawasan. Seperti pada peningkatan kemampuan militer
RRC yang oleh Amerika Serikat pun dipandang sebagai sebuah ancaman.
International Role RRC telah terbuka lebar dengan diundangnya modal dan
teknologi dari Barat dan Jepang. RRC tampaknya akan terus mempertahankan kepentingan
dan strategic influence mereka di kawasan ASEAN baik secara politik maupun
militer. Ada keprihatinan mengenai tindakan RRC beberapa tahun yang lalu di
Kepulauan Spratley. Pengembangan lembaga-lembaga keamanan yang lebih kuat di
kawasan sangat diperlukan. Di bidang ekonomi dan industri, langkah RRC yang
mendorong warganya bermigrasi dari daerah pedesaan ke kota-kota untuk
menciptakan 270 juta pekerjaan dalam 10 tahun ke depan patut diapresiasi.
Kepentingan utama RRC terhadap negara-negara Asia terfokus pada pembangunan
ekonomi yang cepat, dan bagi RRC, untuk diakui sebagai kekuatan Asia yang besar
juga sangat penting. Dalam sebuah novel terbitan tahun 1997 yang menggambarkan
terjadinya perang berskala global antara Amerika Serikat melawan RRC, diceritakan
bahwa pemicunya adalah serangan RRC ke Laut Cina Selatan dan invasi militer RRC
ke Vietnam. Walaupun novel tersebut adalah fiksi belaka, namun tetap ada
korelasinya dengan kondisi yang terjadi saat ini, dan ada kemiripan dengan apa
yang diungkapkan oleh pakar politik AS Samuel Huntington dalam bukunya The
Clash of Civilization. [8]
Begitu juga dengan Korea Selatan,
tidka dapat dipungkiri bahwa perekonomian di negara tersebut sangat maju dan
dilihat dari kemitraan ASEAN dengan Korea Selatan berjalan dengan lancar
seperti yang dikatakan oleh Presiden Korea Selatan , Lee Myung Bak pada tahun
2009 bahwa perdagangan ASEAN-Korsel telah tumbuh 11 kali lipat dalam dua dekade
terakhir menjadi senilai US$ 90,2 miliar tahun lalu, kata Lee. Angka tersebut
bahkan diperkirakan akan meningkat menjadi US$ 150 miliar pada 2015.Dan
berencana untuk meningkatakannya lebih baik lagi dan selain itu melakukan
pertukaran budaya dan sebagainya .
B. LATAR
BELAKANG TERBENTUKNYA ASEAN
Organisasi ASEAN
merupakan kerja sama regional,
dilihat posisi kedudukan masing-masing anggota
organisasi ASEAN, maka berdasarkan itu ada beberapa alasan yang melatar belakangi terbentuknya ASEAN,
yaitu:
a. Lokasi negara
b. Berdasarkan alasan historis, teknis, sumber daya alam
c. Berdasarkan alasan kebudayaan.
a. Lokasi negara
b. Berdasarkan alasan historis, teknis, sumber daya alam
c. Berdasarkan alasan kebudayaan.
Dari beberapa alasan di atas, maka
bangsa-bangsa di Asia Tenggara merasa senasib yaitu kondisi perekonomian yang
belum maju, tingkat pendidikan dan penguasaan IPTEK
yang masih rendah, dan perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia Tenggara.
C. MAKSUD DAN TUJUAN ASEAN
ASEAN dibentuk untuk mempererat hubungan negara-negara
di asia Tenggara. Selain itu, ada beberapa maksud dan tujuan didirikannya ASEAN.
Berikut adalah maksud dan tujuan ASEAN.
1. Mempercepat laju pertumbuhan
ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan di wilayah Asia Tenggara.
Hal ini dilakukan melalui usaha bersama dengan semangat persamaan serta
persekutuan untuk meperkukuh dasar suatu masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara
yang makmur, aman dan damai.
2. Memperkukuh perdamaian dan
stabilitas regional yang menjunjung tinggi rasa keadilan dan norma hukum dalam
hubungan anatara negara di wilayah Asia Tenggara dan berpegang pada asas Piagam
PBB.
3. Meningkatakan kerja sama aktif
dan saling membantu dalam hal yang menyangkut kepentingan bersama di bidang
ekonomi, sosial, kebudayaan, teknik, ilmu pengetahuan dan administrasi.
4. Saling memberi bantuan dalam
bentuk latihan dan fasilitas penelitian dalam bidang pendidikan, keterampilan,
teknik dan administrasi.
5. Bekrja sama lebih efektif untuk
meningkatkan pemanfaatan usaha pertanian dan industri, perluasan perdagangan,
perbaikan fasilitas pengangkutan dan komunikasi, serta peningkatan taraf hidup
rakyat.
6. Memajukan pengkajian mengenai
Asia Tenggara.
7. Memelihara kerja sama yang erat
dan bermanfaat dengan organisai regional dan internasional yang ada, yang
mempunyai maksud serta tujuan yang sama, serta bekerja secara erat dan mantap.
Dari maksud dan tujuan di atas, dapat disimpulkan
bahwa ASEAN didirikan untuk meningkatkan kerja sama antara negara-negara Asia
Tenggara di tiga bidang pokok, yaitu ekonomi, sosial dan budaya.
D. PRINSIP UTAMA ASEAN
Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:- Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
- Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
A
Tidak
mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
B
Penyelesaian
perbedaan atau perdebatan dengan damai
C
Menolak
penggunaan kekuatan yang mematikan
D
Kerjasama
efektif antara anggota
Piagam
Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi:- menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh Negara Anggota ASEAN;
- berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional;
- menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional;
- ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa;
- tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota ASEAN;
- menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan;
- konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN;
- kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional;
- menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial;
- menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota ASEAN;
- tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor non-negara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara Anggota;
- menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman;
- sentralitas ASEAN dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif, dan
- kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.
E. ANGGOTA ASEAN
Sekarang, ASEAN beranggotakan semua
negara di Asia Tenggara (kecuali Timor Leste
dan Papua
Nugini). Berikut ini adalah negara-negara anggota ASEAN:
- Filipina (negara pendiri)
- Indonesia (negara pendiri)
- Malaysia (negara pendiri)
- Singapura (negara pendiri)
- Thailand (negara pendiri)
- Brunei Darussalam (7 Januari 1984)
- Vietnam (28 Juli 1995)
- Laos (23 Juli 1997)
- Myanmar (23 Juli 1997)
- Kamboja (16 Desember 1998)
DEKLARASI BANGKOK
1.
Mempercepat pertumbuhan ekonomi,
kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
2.
Meningkatkan perdamaian dan
stabilitas regional
3.
Meningkatkan kerjasama dan saling
membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu
pengetahuan, dan administrasi
4.
Memelihara kerjasama yang erat di
tengah - tengah organisasi regional dan internasional yang ada
5.
Meningkatkan kerjasama untuk
memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
F. KOMITE-KOMITE
ASEAN
Komite-komite ASEAN dikelompokkan menjadi dua
bidang, yaitu: bidang ekonomi dan bidang
nonekonomi. Ada lima komite yang berkedudukan tetap
di negara-negara ASEAN penandatangan Deklarasi
Bangkok. Komite-komite ini berada di bawah koordinasi
para menteri ekonomi. Kelima komite tersebut
adalah sebagai berikut:
di negara-negara ASEAN penandatangan Deklarasi
Bangkok. Komite-komite ini berada di bawah koordinasi
para menteri ekonomi. Kelima komite tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Komite
Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism atau COTT).
Komite ini berkedudukan di Singapura.
2. Komite
Industri Pertambangan dan Energi (Committee on Industry Mineral and Energy
atau COIME) yang berkedudukan di Filipina.
3. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee in
Finance and Bank atau COFAB) yang berkedudukan di Thailand
4. Komite Pangan, Pertanian, dan Kehutanan
(Committee on Food, Agriculture and
Foresty atau COFAF) yang berkedudukan di Indonesia.
5. Komite
Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and
Communication atau COTAC) yang berkedudukan di Malaysia.
Sementara itu komite yang menangani bidang
nonekonomi dikelompokkan menjadi tiga komite. Tempat kedudukan ketiga komite
ini berpindah setiap tiga tahun. Komite-komite tersebut meliputi:
1.
Komite
Kebudayaan dan Penerangan (Commitee on Culture and Information atau
COCI);
2.
Komite Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Commitee in
Science and Technology atau COST); dan
3.
Komite Pembangunan Sosial (Commitee on
Social Development atau COSD).
G. CONTOH
BENTUK KERJASAMA
Negara-negara
anggota ASEAN saat ini menjalin kerja sama dalam bidang politik, ekonomi,
sosial, budaya, dan latihan militer bersama.
a. Politik
Di bidang politik, ASEAN sepakat untuk menyelesaikan segala
permasalahan melalui meja perundingan. ASEAN sepakat untuk menjadikan kawasan
Asia Tenggara sebagai kawasan bebas senjata nuklir.
b. Ekonomi
Di bidang ekonomi, ASEAN berupaya menciptakan kerja sama
perdagangan yang saling menguntungkan. Bentuk kerja sama ekonomi dapat
direalisasikan, antara lain sebagai berikut:
1) membuka pusat promosi ASEAN untuk perdagangan, investasi,
dan pariwisata di Tokyo;
2) menyediakan cadangan pangan (terutama beras);
3) membangun proyek-proyek industri ASEAN, seperti proyek
pabrik pupuk urea amonia di Indonesia dan Malaysia, proyek industri tembaga di
Singapura, proyek pabrik mesin diesel di Singapura, dan proyek pabrik
superfosfor di Thailand;
4) menciptakan preference trading arrangement (PTA) yang
bertugas menentukan
tarif rendah untuk beberapa jenis barang komoditas ASEAN.
tarif rendah untuk beberapa jenis barang komoditas ASEAN.
c.
Sosial
Di bidang sosial, ASEAN melakukannya kerja sama, antara lain
sebagai berikut:
1)
pencegahan narkoba dan penanggulangannya;
2) penanggulangan bencana alam;
3) perlindungan terhadap anak cacat;
4) pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.
2) penanggulangan bencana alam;
3) perlindungan terhadap anak cacat;
4) pemerataan kesejahteraan sosial masyarakat.
d.
Budaya
Di bidang budaya, ASEAN melakukan kerja sama, seperti
berikut:
1)
tukar menukar pelajaran dan mahasiswa;
2) pemberantasan buta huruf;
3) program tukar menukar acara televisi ASEAN;
4) temu karya pemuda ASEAN;
5) festival lagu ASEAN.
2) pemberantasan buta huruf;
3) program tukar menukar acara televisi ASEAN;
4) temu karya pemuda ASEAN;
5) festival lagu ASEAN.
e.
Latihan Militer Bersama
Negara-negara anggota ASEAN tetap menghindari pembentukan
pakta atau persekutuan militer. Namun, untuk meningkatkan keamanan wilayah
mereka sering menggelar latihan militer bersama. Misalnya, latihan militer
dengan sandi Elang Malindo merupakan latihan militer Angkatan Udara Indonesia
dan Malaysia
H. PIAGAM
ASEAN
Piagam ASEAN ialah perlembagaan yang diterima oleh Persatuan Negara-negara Asia
Tenggara (ASEAN). Cadangan menggubal perlembagaan ini secara rasminya
dikemukakan di Sidang Kemuncak ASEAN ke-11
pada Disember 2005 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Sepuluh pemimpin negara ASEAN, iaitu setiap seorang dari sebuah negara anggota,
membentuk ASEAN Eminent Persons Group
lalu ditugaskan mengemukakan cadangan untuk penggubalann piagam ini. Pada
Sidang Kemuncak ASEAN ke-12 di Cebu, Filipina, diumumkanlah sebilangan usul asas. Oleh itu, para
pemimpin ASEAN telah bersepakat agar mendirikan "pasukan petugas peringkat
tinggi untuk penggubalan Piagam ASEAN" yang terdiri daripada 10 orang
pegawai kerajaan berpangkat tinggi dari sepuluh negara anggota. Pasukan
tersebut kemudiannya mengadakan 13 mesyuarat sepanjang tahun 2007. Antara
usul-usul yang dikemukakan termasuk pemansuhan dasar tidak campur tangan yang
menjadi penting kepada pertubuhan serantau ini semenjak dibentuk pada tahun
1960-an, dan mendirikan sebuah badan hak asasi manusia. Piagam ini diterima
guna di Sidang Kemuncak ke-13 pada bulan November 2007.
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar